|
10
4.
Iringan Penyajian Akrobat
Tembang Dayung untuk atraksi permainan piring dan lilin. Tembang
ayam walik untuk permainan naik diatas kurungan. Tembang Hertu
Gelang untuk permainan duduk diatas pucuk keris.
Tembang Turun Sintren, untuk pertanda bahwa permainan Sintren akan
usai. Tembang Piring Kedawung, untuk melepas roh Dewi Sulasih dan
Sintren berganti busana keseharian.
2.1.7 Busana
Peran Sintren mengenakan dua jenis busana yaitu sebelum disahkan
sebagai Sintren dan busana saat menjadi Sintren. Sebelum menjadi Sintren
busananya terdiri dari baju kebaya tangan pendek dan celana Sontog.
dan setelah menjadi sintren busananya terdiri dari:
1.
Siger atau iket, Hiasan Kepala
2.
Sumping, adalah hiasan yang dipakai dikepala dengan untaian bunga
melati di samping kanan dan kiri telinga sebagai kuncir.
3.
Kacamata hitam, berfungsi sebagai penutup mata karena selama menari,
sintren selalu memejamkan mata akibat kerasukan trance, juga sebagai
ciri khas kesenian sintren dan menambah daya tarik/mempercantik
penampilan.
4.
Kebaya lengan pendek
5.
Benten atau Beubeur , Ikat Pinggang berjumlah sehelai/selembar dililitkan
di pinggang dan diletakkan di samping kiri dan kanan kemudian diutup
sabuk atau diletakkan didepan
6.
Kewer , Selendang
7.
Ombyok atas, berupa hiasan di leher
8.
Sinjang, model busana wanita Jawa (Tapih)
9.
Keris kecil (cunrik)
|