|
9
pertunjukan dengan ikut menari setelah penonton melakukan balangan pada
penari Sintren.
2.1.6 Lagu/Tembang
Jenis tembang yang biasanya digunakan mengiringi kesenian sintren
adalah tembang
a). Sulasih Sulandono Laras Slendro Pathet Manyuro;
b). Tembang Turun-Turun Sintren, Laras Slendro Pathet Manyuro ;
c).Tembang Pitik Walik, Laras Slendro Pathet Manyuro;
d). Tembang Kembang Laos, Laras Slendro Pathet Manyuro.
Menurut fungsinya tembang pengiring sintren digolongkan menjadi 5 (lima)
bagian yaitu :
1.
Iringan Proses Pembentukan Sintren
Tembang Turun Sintren digunkan sebagai doa pembuka agar roh Sulasih
masuk ke dalam raga calon penari sintren. Saat tembang dilantunkan
maka penari sintren akan ganti pakain dari pakain biasa dengan pakain
sintren dalam keadaan badan terikat tali dan dalam kurungan.
2.
Iringan Penyajian Hiburan
Tembang dolanan khas Sintren dan tembang yang sesuai keadaan saat ini
misalnya lagu-lagu campursari.
3.
Iringan Permohonan dan Puji Rahayu (pengruwatan)
Lagu kembang orok-orok atau kembang lombok untuk permohonan
sintren ganti busana misalnya dari pakain kebaya menjadi rok.
Tembang kawula gusti, untuk permohonan maaf kepada sintren yang
pingsan karena marah atau tidak berkenan hatinya.
Tembang kembang mawar, dilantunkan untuk mengiringi permintaan
temohan kepada penonton.
|