|
8
lihat dari bentuk pertunjukannya. Adegan saat sintren diikat dengan seutas tali dan
dimasukkan ke dalam kurungan, itu merupakan lambang kebebasan yang
direnggut. Saat sintren terbebaskan dari tali yang mengikatnya merupakan simbol
kebebasan. Diikuti dengan menari sebagai ekspresi dari kebebasan tadi. Berat
dugaan saya, sintren muncul pada saat zaman kolonial, sebagai ekspresi sindiran
pada penguasa. Benar atau tidaknya perlu dilakukan kajian lebih mendalam lagi.
Sekarang, sintren biasanya digelar pada upacara pernikahan/hajatan atau
upacara laut. Tidak hanya di Cirebon, sintren juga dapat ditemui di daerah-daerah
pesisir lainnya, seperti Pamanukan, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Bahkan sintren juga bisa ditemui di Pekalongan, Tegal, dan Batang, Jawa Tengah.
Belakangan, kesenian ini jarang ditemui, bahkan di tempat lahirnya sekalipun.
Seperti halnya kesenian tradisional lain, sintren mulai tersisih oleh bentuk
kesenian dan hiburan modern.
(Hutari, Fandy. (2011).
Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal. Yogyakarta:
INSISTPress)
2.1.4 Peranan dan Fungsi
Menurut Penjelasan Bapak Wantoni, selaku Wakil Ketua Sanggar Tari Sintren
Sinar Harapan, Tari Sintren Memiliki fungsi dan peranan sebagai berikut :
1.
Sebagai sarana hiburan masyarakat.
2.
Apresiasi seni dan nilai-nilai estetika masyarakat
3.
Digunakan untuk keperluan upacara-upacara ritual seperti bersih desa,
sedekah laut, upacara tolak bala, nadzar, ruwatan dan pernikahan.
4.
Untuk memeriahkan peringatan hari-hari besar, seperti hari ulang tahun
kemerdekaan dan hari jadi.
2.1.5 Tempat Pagelaran
Tempat yang digunakan untuk pertunjukan kesenian sintren adalah arena
terbuka. Maksudnya berupa arena pertunjukan yang tidak terlihat batas antara
penonton dengan penari sintren maupun pendukungnya. Hal ini dimaksudkan agar
lebih komunikatif dengan dibuktikan pada saat acara Balangan dan Temohan,
dimana antara penonton dan penari Sintren terlihat menyatu dalam satu
|