|
7
Berbeda dari Pardiyo dalam membangun argumennya, Sugianto menyebut
bahwa asal istilah sintren berasal dari kata si dan tren. Si, menunjuk pada kata
sandang atau sebutan yang artinya ia atau dia. Sedangakan tren, diuraikan dari
suku kata tri yang mendapat akhiran an. Makna suku kata tri merujuk pada kata
putri sehingga kata sintren berasal dari kata si putrian yang menunjuk
pada pelaku putri.
Pada prinsipnya, bentuk kesenian sintren adalah pertunjukan yang
memperlihatkan unsur magis dari penari perempuan yang dimasuki roh halus atas
panggilan Pawang (di Brebes disebut kemladang) hingga mengalami trance.
Sintren Brebes hanya digelar saat musim kemarau untuk meminta hujan,
Karakteristik itu juga bisa dilihat dari iringan musik bumbung/ lodong (bambu)
dan alunan musik buyung (tempayan wadah air).
( Chumedi, Imam.
Menghidupkan Seni Sintren,
Diakses 02 Februari 2013 dari
Sintren itu Simbol Kebebasan
Memang belum ada kesepakatan tentang
kapan kesenian sintren ini muncul. Namun ada satu informasi yang sedikit banyak
menerangkan hal tersebut. Rumekso Setyadi yang menulis Masa Lalu Kolonial
dalam Sintren Masa Kini dalam buku Penghibur(an) Masa Lalu dan Budaya
Hidup Masa Kini Indonesia mengemukakan bahwa transformasi kekuasaan di
pesisir dari kekuasaan Mataram ke pemerintah kolonial ditengarai sebagai
munculnya kesenian sintren ini. Menurutnya, sintren adalah kesaksian dari sebuah
kebudayaan kolonial yang pernah berkembang di kalangan elite birokrasi Eropa
dan aristokrat pribumi, yaitu kegemaran berpesta dan dansa-dansi mewah di
gedung-gedung pertunjukan. Untuk meniru gaya borjuasi kolonial, rakyat
membuat suatu bentuk kesenian yang merupakan ekspresi imitasi dari sebuah
produk kebudayaan elite dan kemudian terciptalah sintren.
Menurut pelaku seniman tradisional Cirebon, sintren pernah digunakan
sebagai alat perlawanan pada masa kolonial dahulu melalui syair-syair dalam
lagunya. Sintren mulai dikenal dan populer pada 1940-an. Pada periode 1950-an,
sintren banyak dimanfaatkan oleh puluhan partai yang berebut kekuasaan. Namun,
perkembangan sintren mulai redup sejak masa Orde Baru.Terlepas dari itu,
menurut saya, kesenian sintren merupakan perlambang kebebasan. Ini dapat kita
|