Start Back Next End
  
8
yang kelaparan, penyiksaan, hewan jalanan yang kotor, menjijikkan dan sumber
penyakit didalamnya). Ini sudah dibuktikan dengan penelitian di Bali.
2.1.2
Sumber Data Literatur
Pengertian Animal Welfare
Dikutip dari:
Defenisi Animal welfare atau kesejahteraan satwa adalah suatu keadaan fisik
dan psikologi hewan sebagai usaha untuk mengatasi lingkungannya. Berdasarkan
UU No.18 tahun 2009 Animal Welfare adalah segala urusan yang berhubungan
dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang
perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang
yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia.
Animal Welfare memiliki 3 aspek penting yaitu : Welfare Science, etika dan hukum.
Welfare science mengukur efek pada hewan dalam situasi dan lingkungan berbeda,
dari sudut pandang hewan. Welfare ethics mengenai bagaimana manusia sebaiknya
memperlakukan hewan. 
Welfare law mengenai bagaimana manusia harus
memperlakukan hewan.
Animal welfare
berbicara tentang kepedulian dan perlakuan manusia pada
masing-masing satwa, dalam meningkatkan kualitas hidup satwa secara individual.
Sasaran Animal Welfareadalah semua hewan yang berinteraksi dengan manusia
dimana intervensi manusia sangat mempengaruhi kelangsungan hidup hewan, bukan
yang hidup di alam. Dalam hal ini adalah hewan liar dalam kurungan (lembaga
konservasi, entertainment, laboratorium), hewan ternak dan hewan potong (ternak
besar/kecil), hewan kerja dan hewan kesayangan.
Cara untuk menilai kesejahteraan hewan dikenal dengan konsep “Lima Kebebasan”
(Five of Freedom) yang dicetuskan oleh Inggris sejak tahun 1992. Lima unsur
kebebasan tersebut adalah:
1.
Bebas dari rasa lapar dan haus
2.
Bebas dari rasa tidak nyaman
3.
Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit
4.
Bebas mengekspresikan perilaku normal
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter