|
ditangkap oleh tentara Belanda.Karena situasi genting tersebut, Soedirman dengan ditandu
berangkat bersama pasukannya dan kembali melakukan perang gerilya. Ia berpindah-pindah
selama tujuh bulan dari hutan satu ke hutan lain, dan dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit
dan lemah dan dalam kondisi hampir tanpa pengobatan dan perawatan medis. Walaupun masih
ingin memimpin perlawanan tersebut, akhirnya Soedirman pulang dari kampanye gerilya
tersebut karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkannya untuk memimpin Angkatan
Perang secara langsung.Setelah itu Soedirman hanya menjadi tokoh perencana di balik layar
dalam kampanye gerilya melawan Belanda.
Setelah Belanda menyerahkan kepulauan nusantara
sebagai Republik Indonesia Serikat
dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag, Jenderal Soedirman kembali ke Jakarta
bersama Presiden Soekarno, dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Pada tangal 29 Januari 1950, Jenderal Soedirman meninggal dunia di Magelang, Jawa
Tengah karena sakit tuberkulosis parah yang dideritanya. Ia dimakamkan di Taman Makam
Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela
Kemerdekaan. Pada tahun 1997 dia mendapat gelar sebagai Jenderal Besar Anumerta dengan
bintang lima, pangkat yang hanya dimiliki oleh beberapa jenderal di RI sampai sekarang.
Soedirman Kecil
Soedirman adalah Panglima Besar yang dikenal banyak orang namun tidak banyak yang
mengetahui tentang orangtuanya. Soedirman lahir dari rahim seorang wanita bernama Siyem
soerang gadis berasal dari Desa Parakan Onje, Ajibarang, dan ayahnya yang bernama Karsid dari
Desa Tinggarwangi atau lebih dikenal dengan Desa Gentawangi. Profesi yang dilakukan
|