Start Back Next End
  
24
2.2.2 Sejarah Animasi
Kata animasi berasal dari kata “to animate yang berarti
“menghidupkan”. Maka, secara harafiah, kata “animasi” sendiri berarti
menghidupkan, menggerakkan atau membuat kelihatan (seakan-akan) hidup
suatu benda mati dengan memberikan gerakan atau emosi kepada benda mati
tersebut. Akan tetapi, bila ditelusuri lebih lanjut lagi, akar kata animasi berasal
dari bahasa Latin, animatio, yang berarti “suatu kegiatan yang
menghidupkan” (membuat hidup), berasal dari gabungan  from 
animo ("to
animate" or "give life to") + -atio ("the act of").
Pada zaman dahulu, animasi sudah dapat ditemukan melalui lukisan-
lukisan yang ada di dinding gua yang diperkirakan dilukis pada periode
paleolithikum
(Zaman Batu Tua), yang banyak menggambarkan lukisan
hewan dengan banyak kaki,yang diyakini sebagai persepsi dari gerakan.
Sekitar abad ke 19 di Eropa, munculah mainan yang bernama
Thaumatrope, yang terbuat dari karton tebal berbentuk cakram yang pada
kedua sisi kiri dan kanannya diikat seutas tali. Pada kedua permukaan
kartonnya terdapat gambar burung dalam sangkar. Apabila talinya ditarik
secara bersamaan, maka akan terlihat sebuah ilusi dimana burungnya akan
terlihat bergerak dan terbang. 
Setelah itu, pada tahun 1880-an, Jean Marey memotret secara
berurutan seekor burung yang sedang terbang, hal inilah yang kemudian
menjadi cikal bakal dari kamera film hidup. Tahun 1892, Emile Reynauld
menemukan
Praxinoscope, yang merupakan rangkaian gambar animasi yang
diproyeksikan dengan menggunakan cermin. Alat ini kemudian menjadi cikal
bakal dari proyektor film di bioskop.
Lalu pada tahun 1909, di Amerika Serikat, Winsor McCay membuat
animasi terkenalnya yang berjudul “Gertie the Dinosaur” yang penceritaannya
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter