Start Back Next End
  
25
menggunakan interaksi antara manusia dengan tokoh kartunnya. Winsor
McCay juga menemukan teknik rumusan film, dimana pada setiap 1 detik
durasi terdapat 16 gambar.
Animasi terus berkembang pesat di Amerika Serikat terutama pada
tahun 1913 hingga 1920 an, pada masa itu  juga menghasilkan beberapa
animasi pelopor lainnya seperti “Koko the Clown” oleh Max Fleischer dan
Felix the Cat”
oleh Pat Sullivan. Kedua tokoh tersebut memperkenalkan
teknik animasi yang dikenal dengan Cell Shading, yang menggunakan
lembaran tembus pandang dari bahan celluloid.
Lalu banyak animator pemula yang bermunculan, seperti Lotte
Reineger dari Jerman yang pada tahun 1919 mengembangkan teknik animasi
dengan bayangan, lalu ada Bertosch (1930) dari Perancis dengan animasi yang
menggunakan
figur yang berasal dari potongan-potongan kayu, George Pal
dari Belanda yang menggunakan boneka sebagai figure  untuk animasinya
pada tahun 1934, dan Alexsander Ptushko dari Rusia yang membuat animasi
“The New Gulliver” pada tahun 1935 dengan menggunakan boneka.
Tahun 1930an merupakan tahun yang paling penting bagi
perkembangan animasi. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya film animasi
bersuara yang dipelopori oleh Walt Disney dengan film animasi “Mickey
Mouse”, “Donald Duck”, dan “Silly Symphony” yang diproduksi pada tahun
1928 hingga 1940. Kemudian pada tahun 1931, Disney membuat film animasi
berwarna pertama yang berjudul “Flowers and Trees”
dan film kartun
terpanjang pada tahun 1938 yang berjudul “Snow White and Seven Dwarfs”.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter