|
37
Source: cyber-riau.blogspot.com
Habitat Bekantan
Bekantan (Nasalis
larvatus) hidup secara berkelompok. Masing-
masing kelompok dipimpin oleh seekor Bekantan jantan yang besar
dan kuat. Biasanya dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 sampai
30 ekor.
Satwa yang dilindungi ini lebih banyak menghabiskan waktu
di atas
pohon. Anak Bekantan ini akan bersama induknya hingga menginjak
dewasa (berumur 4-5 tahun).
Habitat Bekantan (Nasalis
larvatus) masih dapat dijumpai di beberapa
lokasi antara lain di Suaka Margasatwa (SM) Pleihari Tanah Laut, SM
Pleihari Martapura, Cagar Alam (CA) Pulau Kaget, CA Gunung
Kentawan, CA Selat Sebuku dan Teluk Kelumpang. Juga terdapat di
pinggiran Sungai Barito, Sungai Negara, Sungai Paminggir, Sungai
Tapin, Pulau Bakut dan Pulau Kembang.
Upaya Konservasi Bekantan
Bekantan (Nasalis
larvatus) oleh IUCN Redlist sejak tahun 2000
dimasukkan dalam status konservasi kategori Endangered
(Terancam
Kepunahan) setelah sebelumnya masuk kategori Rentan (Vulnerable;
VU).
Bekantan berbeda dengan hewan primata lainnya yang umumnya dapat
berbaur dengan manusia untuk mencari makan.
Tingkah Laku
Bekantan aktif pada siang hari dan umumnya dimulai pagi hari untuk
mencari makanan berupa dedaunan dan sore hari mencari pohon yang
teduh untuk tidur. Bekantan hidup berkelompok. Masing masing
kelompok dipimpin oleh seekor bekantan yang besar dan kuat.
Kurt Gron and Ramesh Broonratana (2009), Proboscis
Monkey, diakses pada 12 Maret 2013 dari
|