Start Back Next End
  
13
Faktor kecepatan metabolisme basal yang rendah.
Hal ini disebabkan energi yang dikonsumsi lebih lambat untuk dipecah
menjadi glikogen
sehingga akan lebih banyak lemak yang disimpan di dalam
tubuh. Penderita obesitas yang mempunyai metabolisme basal yang rendah,
apabila tidak melakukan olah raga dan diet yang benar mempunyai
kecenderungan bertambah gemuk, karena semakin membesarnya otot akan
menyebabkannya mudah lapar.
(yz. 23 Desember (2007). Faktor Penyebab Kegemukan, diakses 18 Juli 2013 dari
2.2.3
Resiko Obesitas
Berikut ini resiko-resiko penyakit atau gangguan bagi seseorang yang terkena obesitas
Gangguan jantung dan pembuluh darah
Obesitas merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung dan pembuluh
darah (kardiovaskuler). Pasalnya, obesitas menyebabkan peningkatan beban kerja
jantung karena dengan bertambah besar tubuh seseorang maka jantung harus
bekerja lebih keras memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh. Bila
kemampuan kerja jantung sudah terlampaui, terjadilah yang disebut gagal jantung.
Tanda-tandanya adalah napas sesak dan timbulnya bengkak pada tungkai.
Pengidap obesitas juga sering mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) karena
pembuluh darah menyempit akibat jepitan timbunan lemak. Kombinasi obesitas
dan hipertensi ini tentu saja memperberat kerja jantung. Akibatnya, timbal
penebalan pada dinding bilik jantung disertai kekurangan oksigen. Keadaan ini
akan mempercepat timbulnya gagal jantung.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter