|
21
Berbeda dengan jenis film lainnya, film edukasi memiliki karakteristik yang tidak
dimiliki oleh jenis film lainnya. Karakteristik tersebut sebagai berikut:
1.
Mampu menyajikan pesan-pesan yang jelas kepada pemirsa tentang hal-hal
yang pantas atau patut ditiru.
2.
Tidak bertentangan dengan adat istiadat, norma, sopan santun.
3.
Mampu membentuk karakter masyarakat.
4.
Mempunyai tujuan yang jelas.
5.
Mengutamakan pengetahuan (transfer pengetahuan).
6.
Sasarannya tepat sesuai dengan kemasan pesan.
7.
Durasinya terbatas.
8.
Konfliknya relatif datar.
9.
Mengembangkan sikap mental.
10. Memiliki kedisiplinan.
(Al, T. 23 Maret (2010). Film Pendidikan Ditinjau Dari Perspektif Kajian Ilmu
Komunikasi, diakses 22 Juli 2013 dari https://sites.google.com/site/tirtayasa/Home)
2.3.2
Fungsi Film Edukasi
Fungsi film
edukasi dalam proses pembelajaran terkait dengan tiga hal, yaitu
untuk tujuan kognitif, untuk tujuan psikomotor, dan untuk tujuan afektif.
Dalam hubungannya dengan tujuan kognitif, film dapat digunakan untuk:
Mengajarkan pengenalan kembali atau pembedaan stimulasi gerak yang
relevan, seperti kecepatan obyek yang bergerak, dan sebagainya
Mengajarkan aturan dan prinsip. Film dapat juga menunjukkan deretan
ungkapan verbal, seperti pada gambar diam dan media cetak. Misalnya untuk
mengajarkan arti ikhlas, ketabahan, dan sebagainya.
|