Start Back Next End
  
11
testoteron, dan
kortison
yang diperlukan untuk mengatur fungsi dan aktifitas biologis
tubuh.
Kolesterol berasal dari bahasa Yunani, Chole
yang berarti empedu, dan Stereo
yang berarti padat. Dinamakan seperti itu, karena pada saat ditemukan pertama kali di
abad ke-18, kolesterol ditemukan pada batu empedu.
Kolesterol umumnya berasal dari menu makanan yang dikonsumsi. Semakin
banyak konsumsi makanan berlemak, maka akan semakin besar peluangnya untuk
menaikkan kadar kolesterol. Contoh makanan tersebut seperti gorengan, minyak kelapa
atau kelapa sawit, alpukat, durian, daging berlemak, jeroan, kacang tanah, dan sejenisnya
Kolesterol dalam kadar tertentu bermanfaat bagi tubuh. Namun, jika tidak
dikontrol dan kadarnya berlebihan dalam tubuh, kolesterol dapat menyebabkan berbagai
gangguan kesehatan seperti darah tinggi, penyakit jantung, stroke, batu empedu, dan
gagal ginjal.
Kolesterol LDL
disebut kolesterol jahat karena menempel pada dinding
pembuluh darah.
Kolesterol LDL
dianggap kolesterol baik karena mencegah pelekatan pada
dinding pembuluh darah.
(Irwanto. (2010). Pengertian Tentang Kolesterol, diakses 18 Juli 2013 dari
2.2.2 Penyebab Obesitas
Terlalu banyak makan.
Setiap makanan memiliki nilai kalori yang berbeda-beda, dan setiap
manusia membutuhkan kalori untuk beraktifitas. Konsumsi makanan berkalori
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter