Start Back Next End
  
10
2.1.6
Karakteristik Data Warehouse
Menurut (Inmon, 2005)
data warehouse memiliki beberapa
karakteristik, yaitu:
1.
Subject-Oriented, data warehouse diorganisir sesuai dengan
subjek utama perusahaan (seperti pelanggan, produk, dan
penjualan) daripada mengorganisirnya berdasarakan area
aplikasi utama (seperti faktur pelanggan, pengendalian stok
dan penjualan produk). Hal ini menggambarkan bahwa data
dalam data warehouse lebih baik untuk mendukung
pengambilan keputusan bukan berorientasi pada data aplikasi.
2.
Integrated, data dalam data warehouse berasal dari sumber
data yang berbeda-beda dalam perusahaan. Sumber data
tersebut seringkali tidak konsisten (format datanya berbeda).
Sumber
data yang terintegrasi harus dibuat konsisten untuk
menghasilkan tampilan data yang telah terintegrasi pada user.
3.
Time-Variant,
data dalam data warehouse
hanya akurat dan
valid untuk jangka atau interval waktu tertentu.
4.
Nonvolatile, data dalam data warehouse tidak di-update secara
langsung atau real-time, tetapi diperbaharui dari sistem data
operasional secara teratur. Data baru selalu ditambahkan
sebagai tambahan untuk database, bukan sebagai pengganti.
Database secara terus menerus menyerap data baru dan secara
bertahap mengintegrasikannya dengan data yang lama.
2.1.7
Fungsi Data Warehouse
Menurut
(G., O., & S., 2011)
lima tahapan pendukung keputusan
yang diidentifikasi dalam data warehouse:
1.
Reporting
Tahap awal data warehouse yang berfokus pada pelaporan
yang berasal satu sumber dalam sebuah organisasi. Tantangan
terbesar pada tahap ini adalah integrasi data. Dimana data
yang terdapat didalam organisasi harus dapat diintegrasikan
satu dengan lainnya, sehingga dapat menghasilkan laporan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter