|
12
melewati pasien menuju detektor irisan berganda pada sisi yang berlawanan,
memungkinkan gambar dalam bentuk volume dibuat.
3.
Ultrasound atau Sonography
Sonografi paling cocok untuk pencitraan terus menerus atau pemantauan,
karena ini adalah teknik yang sama sekali bebas risiko diagnostik dibandingkan
dengan radiografi, yang menggunakan radiasi berbahaya. Bahkan pemeriksaan gema
berganda (multiple echo) benar-benar aman bagi pasien. Untuk alasan ini, sonografi,
sebagai contoh, telah menjadi prosedur standar untuk pemantauan kehamilan. USG
mengkonversi pulsa elektrik ke gelombang suara, yang ditransmisikan dari
transduser atau probe
ke tubuh. Tergantung pada berbagai jenis jaringan tubuh,
gelombang suara diserap dan dipantulkan secara berbeda. Mereka dideteksi oleh
probe
dan komputer kemudian dihitung waktu kembalinya gema dan intensitas
gema, mengkonversi gelombang suara yang dipantulkan ke dalam gambar
(Kartawiguna & Georgiana, 2011:6).
4.
Magnetic Resonance Imaging
MRI adalah pilihan metode pencitraan saat diperlukan diferensiasi jaringan
lunak ditambah dengan resolusi spasial tinggi dan kemampuan pencitraan fungsional.
Seperti CT, MRI juga merupakan metode tomografi, tapi tidak seperti CT, tidak
menggunakan sinar-X. Sebaliknya, MRI menggunakan medan magnet yang kuat
yang terbentuk dalam cincin menyebabkan perubahan orientasi proton hidrogen
dalam tubuh. Jaringan yang berbeda menghasilkan sinyal yang berbeda,
yang
direkam oleh peralatan dan diubah menjadi gambar dengan komputer
(Kartawiguna
& Georgiana, 2011:9).
5.
Angiografi
Angiografi adalah pemeriksaan sinar-X khusus yang memungkinkan untuk
memvisualisasikan pembuluh darah. Aplikasi klinis khas berkisar dari visualisasi
pembuluh darah koroner, kepala, dan pembuluh arteri serviks dan vena, ke pembuluh
perifer di panggul dan ekstremitas. Metode ini memudahkan diagnosis stenosis
(penyempitan) dan trombosis (penyumbatan) dan bahkan penyembuhan kondisi ini
menggunakan teknik invasif khusus (Kartawiguna & Georgiana, 2011:10).
|