|
25
saat
pemesanan, penerimaan barang, maupun penyimpanannya
dan
untuk memindahkan
dari dan
ke
tempat
penyimpanan
termasuk
biaya
tenaga kerja dan material handling.
4. Biaya
kekurangan
persediaan
(stockout
cost).
Mereferensikan
konsekuensi ekonomis
yang
disebabkan
oleh adanya
kehabisan
persediaan.
Kondisi
ini sangat merugikan perusahaan karena proses
produksi akan terganggu dan kesempatan untuk
memperoleh peluang atau
keuntungan
akan
hilang
atau konsumen
yang
akan
dapat
pindah
ke
perusahaan
lain
karena
permintaanya tidak terpenuhi yang pada
akhirnya
dapat berpengaruh pada citra perusahaan.
Adapun yang termasuk dalam biaya stock out adalah :
a.
Jumlah
barang
yang
tidak
terpenuhi.
Adanya
kehabisan
barang
yang menyebabkan kegiatan proses produksi terhenti dan sejumlah
permintaan tidak
terpenuhi
sehingga
perusahaan akan
kehilangan
peluang
untuk memperoleh
pendapatan
dan
keuntungan.
Pengukuran
biaya
ini
didasarkan
pada
peluang
yang
hilang
tersebut
yang
disebut
juga
dengan
biaya
penalti dengan satuan rupiah per unit.
b.
Waktu
pemenuhan.
Kekurangan
persediaan
dapat
juga
berakibat
pada lambatnya
waktu
penyelesaian
barang karena
adanya
waktu
menganggur pada
saat
perusahaan
harus
memesan persediaan, waktu
menganggur
ini merupakan
biaya
kehilangan
pendapatan.
Pengukuran
biaya
ini
didasarkan waktu
yang
diperlukan
untuk
mengisi gudangn
dengan satuan rupiah per satuan waktu.
c.
Biaya
pengadaan
darurat.
Biaya
darurat
ini
sering
kali
diperlukan
sebagai upaya untuk memenuhi permintaan konsumen dalam kondisi
kehabisan biaya
persediaan, sehingga
biaya yang akan dikeluarkan lebih
besar dibandingkan
kondisi
normal.
Biasanya
biaya
ini
dikarenakan
pemesanan yang
mendadak
dimana perusahaan
tidak
mempunyai
kesempatan
untuk berpikir
lebih
jauh
untuk
menentukan pilihannya, baik
harga,
pemasok,
atau biaya
biaya
yang mengikutinya. Pengukurannya
didasarkan pada pemesanan setiap kali kehabisan persediaan.
2.6 Metode EOQ ( Economic Order Quantity)
Setiap
perusahaan harus
selalu
berusaha
untuk
menentukan
policy
|