![]() 26
penyediaan bahan dasar
yang
tepat,
dalam
arti
tidak
menganggu
proses
produksi
dan
disamping
itu biaya
yang
ditanggung
tidak terlalu tinggi. Untuk
keperluan
itu
terdapat
suatu metode EOQ (Economic
Order Quantity).
Rangkutti
(2004:11)
menyatakan bahwa EOQ
adalah jumlah
pembelian
bahan
mentah
pada setiap
kali
pemesanan dengan biaya yang paling murah.
Pendapat
serupa dikemukakan oleh
Pardede
(2005:422),
ia
menyatakan
bahwa Economic Order
Quantity
(EOQ)
menunjukkan
sejumlah
barang
yang
harus
dipesan
untuk
tiap kali pemesanan agar
biaya sediaan keseluruhan menjadi sekecil mungkin.
Hal ini dikuatkan juga oleh
Herjanto (2007:245) bahwa EOQ merupakan salah satu model klasik, diperkenalkan
oleh
FW
Harris
pada tahun
1914,
tetapi
paling
banyak
dalam teknik
pengendalian
dan paling banyak dipergunakan sampai saat ini karena mudah penggunaannya.
Gambar 2.2 Model Kuantitas Pesanan Ekonomis
Sumber : Herjanto Eddy, (2007:246)
Model
kuantitas
pesanan
ekonomis
(economic
order quantity
EOQ model)
ini adalah
salah
satu
teknik
pengendalian persediaan
yang
paling
tua
dan
paling
dikenal secara
luas
menurut Heizer &
Reinder
(2006:68). Teknik
ini relatif
mudah
untuk digunakan tetapi didasarkan pada beberapa asumsi, seperti :
1.
Hanya satu item barang (produk) yang diperhitungkan.
2.
Permintaan yang bersifat diketahui, tetap, dan bebas.
3.
Lead
time
yaitu,
waktu
antara
pemesanan
dan
penerimaan
pesanan
diketahui dan konstan.
4.
Penerimaan
persediaan
bersifat
seketika
dan
lengkap.
Dengan
kata
lain, persediaan dari sebuah pesanan tiba dalam satu batch sekaligus.
5.
Biaya
variabel
yang
ada
hanyalah
biaya
pengaturan
atau
pemesanan
(biaya setup) dan biaya penyimpanan atau penggudangan persediaan.
6.
Kosongnya persediaan (kekurangan) dapat dihindari sepenuhnya jika
pemesanan dilakukan pada waktu yang tepat.
EOQ
akan
terjadi
apabila
biaya
pemesanan
=
biaya
penyimpanan.
|