|
13
menggantungkan tugasnya pada teman, karena ia dapat mengerjakan
tugasnya sendiri dengan bantuan fasilitas yang telah disediakan.
Ketersediaan fasilitas belajar di sekolah yang lengkap dan
memadai juga merupakan indikasi atau syarat menjadi sekolah yang
efektif. Sekolah yang efektif sendiri menurut Levine
dalam Burhanuddin Tola
sekolah yang menunjukkan tingkat kinerja yang diharapkan dalam
menyelenggarakan proses belajarnya, dengan menunjukkan hasil
belajar yang bermutu pada peserta didik sesuai dengan tugas pokoknya.
Pada akhirnya konsep sekolah efektif ini berkaitan langsung
dengan mutu kinerja sekolah. Sebagaimana dikemukakan oleh Satori
dalam Burhanuddin Tola dan Furqon (2008), bahwa mutu pendidikan
(MP) di sekolah merupakan fungsi dari mutu input peserta didik yang
ditunjukkan oleh potensi siswa (PS), mutu pengalaman belajar yang
ditunjukkan oleh kemampuan profesional guru (KP), mutu penggunaan
fasilitas belajar (FB), dan budaya sekolah (BS) yang merupakan refleksi
mutu kepemimpinan kepala sekolah. Pernyataan tersebut dapat
dirumuskan dalam formula sebagai berikut: MP = f (PS.KP.FB.BS)
Fasilitas belajar yang dimaksudkan dalam pernyataan
tersebut
adalah menyangkut ketersediaan hal-hal yang dapat memberikan
kemudahan bagi perolehan pengalaman belajar yang efektif dan
efisien. Fasilitas belajar yang sangat penting adalah laboratorium yang
memenuhi syarat bengkel kerja, perpustakaan, komputer, dan kondisi
fisik lainnya yang secara langsung mempengaruhi kenyamanan belajar.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
adanya fasilitas belajar yang lengkap dan memadai merupakan salah
|