Start Back Next End
  
19
secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan
dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha
tersebut dijalankan.”
Berdasarkan
beberapa
pengertian studi kelayakan
bisnis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa studi kelayakan
bisnis adalah sebuah studi yang digunakan untuk menganalisa
layak atau tidaknya suatu bisnis dan hasil analisa tersebut
dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan selanjutnya.
2.2.1.2 Tujuan Studi Kelayakan
Menurut Tata Sutabri (2012, h74), Tujuan studi
kelayakan adalah sebagai berikut:
a)
Memperikirakan biaya penyusunan sistem dan keuntungan
sistem.
b)
Menyediakan informasi ekonomis yang membantu
organisasi memutuskan apakah organisasi sebaiknya
melanjutkan proses penyusunan sistem atau tidak. Jika ada
beberapa pilihan penyusunan sistem, organisasi harus
memilih salah satu dari berbagai pilihan tersebut.
Jangan lupa, faktor-faktor seperti ukuran sistem, tingkat
kekompleksan sistem, jumlah personel penyusun sistem,
tingkat keahlian personel penyusun sistem, dan lingkungan
komputer akan mempengaruhi biaya penyusunan sistem.
Dalam praktiknya, sistem analisis
menyertakan penghematan
biaya dan peningkatan pendapatan organisasi sebagai
keuntungan-keuntungan dari sistem baru. Dalam tahap ini,
organisasi harus memutuskan apakah organisasi sebaiknya
melanjutkan proses penyusunan sistem atau tidak.
Oleh sebab itu, organisasi perlu mengetahui perkiraan
biaya penyusunan sistem dari keuntungan sistem, tidak peduli
betapa kasar perkiraan tersebut. Jika organisasi menggunakan
metodologi penyusunan sistem standar, tim penyusunan sistem
dapat mengacu pada analisis biaya dan keuntungan dari
proyek-proyek penyusunan sistem yang lain. Sistem analis
akan dapat mengukur biaya dengan lebih mudah dari pada
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter