Start Back Next End
  
20
harus mengukur keuntungan, karena biaya terjadi pada awal
penyusunan dan bersifat kuantitatif, sedangkan keuntungan
terjadi pada akhir penyusunan sistem dan bersifat kualitatif.
2.2.1.3 Lingkup Kegiatan Studi Kelayakan
Menurut Tata Sutabri (2012, h75), Dalam proyek
penyusunan sistem, untuk memperbaiki sistem atau
memodifikasi sistem, organisasi sering memutuskan untuk
melanjutkan proses pembangunan atau pengembangan sistem
informasi tanpa memperhitungkan aspek ekonomisnya. Dalam
kasus ini, organisasi tersebut menganggap bahwa penyusunan
sistem secara otomatis harus dilanjutkan. Akan tetapi dalam
praktiknya, sistem analis tetap mempertimbangkan kelima
aspek penting dalam menilai suatu kelayakan, karena keluaran
secara umum dari studi kelayakan ini adalah keputusan layak
atau tidaknya suatu proyek pembangunan atau pengembangan
sistem dijalankan. Adapun lingkup kegiatan studi kelayakan ini
adalah sebagai berikut:
a)
Dimulai dengan membahas kembali hasil-hasil pengkajian
awal dan dokumen-dokumen yang berhasil dihimpun
dalam kegiatan awal.
b)
Merupakan pra-kegiatan dari tugas-tugas dan kegiatan di
dalam fase analisis dan rancangan sistem detail, akan
tetapi tidak terlalu mendalam.
Setelah studi kelayakan memutuskan bahwa organisasi
sebaiknya melanjutkan proses penyusunan sistem, maka sistem
analis mulai menyusun rencana proyek, yaitu pernyataan
tentang jangkauan proyek, jadwal proyek, sumber daya untuk
membantu menyelesaikan proyek, dan biaya proyek tersebut.
Rencana proyek menyertakan rencana yang luas untuk seluruh
penyusunan sistem dan rencana spesifik untuk proses analisis
sistem ditahap berikutnya.
2.2.1.4 Proses Kegiatan Studi Kelayakan
Menurut Tata Sutabri (2012, h75), Pengoperasian suatu
sistem informasi harus dapat memenuhi kebutuhan bisnis atau
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter