|
22
1.
Mempertahankan Konsistensi (Strive for consistency)
Bentuk konsisten dalam perancangan antarmuka pengguna yang
meliputi penggunaan warna, jenis huruf, tata letak, bahasa yang
digunakan dan hal-hal
lainnya yang harus konsisten diterapkan
secara keseluruhan.
2.
Memenuhi kebutuhan universal (Cater to universal usability)
Penggunaan shortcut
yang umum dan diberikan penjelasan secara
rinci untuk user
awam, berguna untuk memudahkan user
dalam
menjelajahi sistem secara cepat.
3.
Memberikan umpan balik yang informatif
(Offer informative
feedback)
Terdapat suatu aksi yang muncul ketika user melakukan suatu
tindakan. misal muncul pesan
ketika
user
menekan tombol
yang
salah.
4.
Aksi untuk keadaan akhir (Designs dialog to yield closure)
Umpan balik informatif akan memberikan
indikasi bahwa aksi
yang dilakukan user
benar atau salah. Selanjutnya user
dapat
mempersiapkan tindakan.
5.
Pencegahan kesalahan (Prevent errors)
Timbulnya aksi berupa informasi instruksi ketika user
melakukan
kesalahan.
6.
Dapat kembali ke aksi sebelumnya
(Permit easy reversal of
actions)
Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran user
karena mengetahui
kesalahan yang dilakukan dapat dibatalkan dengan kembali ke aksi
sebelumnya.
7.
Mendukung pusat kendali internal
(Support internal locus of
control)
Sistem akan merespon tindakan yang dilakukan oleh user
sebagai
pengontrol dan sistem harus menuruti kemauan user.
8.
Mengurangi
beban ingatan jangka pendek
(Reduce short-term
memory loss)
|