![]() 17
berhenti beroperasi akibat kerusakan mesin / peralatan, penggantian cetakan (dies),
pelaksanaan prosedur setup dan adjesment dan lain lainnya. (Wireman, 2004 : 10)
2.10.2
Performance Efficiency
Performance efficiency
merupakan hasil perkalian dari operation speed rate
dan net operation rate, atau rasio kuantitas produk yang dihasilkan dikalikan dengan
waktu siklus idealnya terhadap waktu yang tersedia yang melakukan proses produksi
(operation time). Operation speed rate
merupakan perbandingan antara kecepatan
ideal mesin berdasarkan kapasitas mesin seharusnya (theoretical
/ ideal cycle time)
dengan kecepatan aktual mesin (actual cycle time). Persamaan matematiknya
ditunjukkan sebagai berikut: (Wireman, 2004 : 11)
Net operation rate
merupakan perbandingan antara jumlah produk yang
diproses (processes amount) dikali actual cycle time
dengan operation time. Net
operation time
berguna untuk menghitung rugi
rugi yang diakibatkan oleh minor
stoppages dan menurunnya kecepatan produksi (reduced speed). Tiga faktor penting
yang dibutuhkan untuk menghitung performance efficiency:
1.
Ideal cycle (waktu siklus ideal / waktu standart).
2.
Processed amount (jumlah produk yang diproses).
3.
Operation time (waktu operasi mesin / peralatan).
Performance efficiency dapat dihitung sebagai berikut:
Operation speed rate =
Net operation rate =
Perfomance efficiency =
net
operating
x
operating cycle time
|