Start Back Next End
  
7
2.3 Pengertian Proses Produksi
Perusahaan tidak lepas dari proses produksi dalam melaksanakan kegiatan
usahanya. Oleh karena itu, perusahaan berusaha agar proses produksi dapat
dilaksanakan dengan baik, ekonomis, sertamencegah timbulnya hambatan terhadap
kegiatan operasi perusahaan. Pengertian proses produksi menurut Aquilano (2001 :
8) adalah: “A system that uses resources to transform inputs into some desired
outputs”. Sedangkan pengertia proses produksi menurut Sofyan Assauri (2004 : 75)
adalah: “Proses produksi adlah cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau
menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber – sumber
(tenaga kerja, mesin, bahan – bahan, dana) yang ada.
Proses produksi menurut Sofyan Assauri (2004 : 75), proses produksi dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1.
Proses produksi yang terus – menerus (countinuous processes)
Menurut beberapa ahli, pengertian proses produksi yang terus –
menerus
adalah sebagai berikut:
Menurut Sofyan Assauri (2004 : 75), “Proses produksi terus –
menerus
adalah produksi yang menggunakan mesin dan peralatan yang dipersiapkan
untuk memproduksi produk dalam jangka panjang waktu yang lama / panjang
tanpa mengalami perubahanuntuk jenis produksi yang sama. Sedangkan
menurut T. Hani Handoko (200 : 122), yaitu: “Proses produksi yang terus –
menerus adalah proses produksi yang memproduksi kumpulan –
kumpulan
produk dalam jumlah besar dengan mengikuti serangkaian operasi yang sama
dengan kumpulan produk sebelumnya.
Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa proses produksi yang
terus –
menerus adala suati proses produksi yang memproduksi produk yang
sejenis dalam jangka waktu yang panjang.
2.
Proses yang terputus – putus (intermittent processes)
Menurut beberapa ahli, pengertian dari proses produksi yang terputus – putus
itu adalah sebagai berikut:
Menurut Sofyan Assauri (2004 : 75), yaitu: “ Proses produksi yang terputus –
putus adalah produksi yang menggunakan waktu yang pendek dalam
persiapan peralatan untuk perubahan yang cepat guna dapat menghadapi
variasi produk yang berganti –
ganti. Sedangkan menurut T. Hani Handoko
(2000 : 123), yaitu: “ Proses produksi yang terputus –
putus adalah suatu
proses produksi yang mempunyai ciri produk dalam kumpulan-
kumpulan /
kelompok –
kelompok barang yang sejenis dalam interval waktu yang
terputus – putus.
Berdasarkan kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa proses
produksi yang terputus –
putus adalah proses
produksi yang memproses
produk yang variasainya berganti –
ganti dalam jangka pendek dengan
menggunakan mesin atau peralatan yang cepat guna.
2.4 Mesin Produksi
Penemuan mesin –
mesin dan perlatan merupakan bagian dari sejarah dan
peradaban manusia dalam usaha produktivitas dan memperbanyak produk baik
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter