|
10
data yang lengkap untuk mengambil keputusan. Adapun data yang penting dalam
kegiatan maintenance
antara lain laporan permintaan pemeliharaan, laporan
pemeriksaan, laporan perbaikan dan lain
lain. Pemeliharaan terencana (planned
maintenance) terdiri dari tiga bentuk pelaksanaan, yaitu: (Stephen, 2004 : 15)
a.
Preventive maintenance (pemeliharaan pencegahan)
Preventive maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang
dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan
kerusakan yang tidak
terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan
fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam
proses produksi.
Dengan demikian semua fasilitas produksi yang diberikan preventive
maintenance
akan terjaminkelancarannya dan selalu diusahakan dalam
kondisi atau keadaan yang siap dipergunakan untuk setiap operasi atau
proses produksi pada setiap saat. Sehingga dapatlah dimungkinkan
pembuatan suatu rencana dan jadwal pemeliharaan dan perawatan yang
sangat cermat dan rencana produksi yang lebih tepat.
b.
Corrective maintenance (pemeliharaan perbaikan)
Corrective maintenance adalah suatu kegiatanmaintenance yang dilakukan
setelah terjadinya kerusakan atau kelalaian pada mesin / peralatansehingga
tidak dapat berfungsi dengan baik.
c.
Predictive maintenance
Predictive maintenance
adalah tindakan
tindakan maintenance yang
dilakukan pada tanggal yang ditetapkan berdasarkan prediksi hasil analisa
dan evaluasi data operasi yang diambil untuk melakukan predictive
maintenance itu dapat berupa getaran, temperature, vibrasi, flow rate dan
lain
lainnya. Perencanaan predictive maintenance
dapat dilakukan
berdasarkan data dari operator di lapangan yang diajukan melalui work
order
ke departemen maintenance
untuk dilakukan tindakan yang tepat
sehingga tidak akan merugikan perusahaan.
2.6.2
Unplanned Maintenance (Pemeliharaan Tak Terencana)
Unplanned maintenance
biasanya berupa breakdown
/ emergency
maintenance. Breakdown
/ emergency maintenance
(pemeliharaan darurat) adalah
tindakan maintenance yang tidak dilakukan pada mesin / peralatan yang masih dapat
beroperasi, sampai mesin / peralatan tersebut rusak dan tidak dapat berfungsi lagi.
Melalui bentuk pelaksanaan pemeliharaan tak terencana ini, diharapkan penerapan
pemeliharaan tersebut akan dapat memperpanjang umur dari mesin / perlatan dan
dapat memeprkecil frekuensi kerusakan.
2.6.3
Autonomous Maintenance (Pemeliharaan Mandiri)
Autonomous maintenance
atau pemeliharaan mandiri merupakan suatau
untuk dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi mesin / peralatan melalui
kegiatan
kegiatan yang dilaksanakan oleh operator untuk memelihara mesin /
peralatan yang mereka tangani sendiri. Prinsip
prinsip yang terdapat pada 5 S,
merupakan prinsip yang mendasari autonomous maintenance, yaitu:
10
|