Start Back Next End
  
26
b.
Pengendalian Jejak Audit
Data ini mengijinkan manajemen atau auditor untuk membuat
ulang rentetan kejadian yang terjadi pada saat pengguna
mencoba untuk memperoleh akses dan sistem sumber daya
pekerja.
c.
Pengendalian Kehadiran/keberadaan
Pengendalian kehadiran pada subsistem batasan lebih sederhana
dari apa yang ada di subsistem lainnya. Jika terjadi kegagalan,
pengendalian kehadiran sistem batasan biasanya tidak mencoba
untuk melakukan proses pemulihan kegagalan tersebut.
2.1.7.3.2Pengendalian Masukkan (Input Control)
Menurut Weber (1999 : 420) Pengendalian masukkan dirancang untuk
mengontrol berbagai jenis metode data input, perancangan dokumen
sumber, perancangan layar input, data koding, check digit, batch control,
validasi dari data input dan input instruction.
Komponen didalam
subsistem input bertanggung jawab untuk membawa kedua data dan
perintah menjadi sebuah sistem aplikasi. Kedua tipe dari input harus
divalidasikan. Selain itu, setiap kesalahan yang terdeteksi harus dikontrol
sehingga proses masukan akurat,
efektif dan tepat waktu. Terdapat
beberapa komponen pada pengendalian input, yaitu :
2.1.7.3.2.1 Metode Data Masukan (Data Input Methods)
Tipe cara auditor mengevaluasi pengendalian dalam sebuah sistem
aplikasi adalah dengan melacak jenis bahan transaksi melalui sistem.
Jika mereka melakukan tugas ini, bagaimanapun, mereka harus
terlebih dahulu mengerti bagaimana sistem aplikasi memperoleh data
input. Dengan mengetahui tipe dari metode input data yang biasa
digunakan dengan sistem aplikasi, auditor dapat mengembangkan
ekspektasi mengenai kemungkinan kekuatan dan kelemahan
pengendalian di dalam subsistem input.  3 aspek dari metode input dan
bagaimana mereka mempengaruhi penilaian auditor dari kekuatan dan
kelemahan pengendalian yaitu :
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter