|
19
Pendekatan object oriented dimulai dengan pengembangan bahasa
pemograman Simula di Norway pada tahun 1960an. Simula digunakan untuk
membuat simulasi komputer yang mencakup objek seperti kapal dan ombak.
Simula sangat susah untuk menulis prosedur pemograman
yang mensimulasi
pergerakan kapal, tetapi terdapat cara pemograman yang baru yang bisa
memudahkan program. Di tahun 1970-an, bahasa Smalltalk dikembangkan
untuk memecahkan masalah pembuatan user interface yang menggunakan
object sebagai menu, buttons, checkboxes, dan dialog boxes. Bahasa
pemograman lainnya termasuk C++
dan sekarang Java, C#
dan Visual
Basic.NET. Bahasa pemograman ini focus kepada penulisan definisi tentang
objek yang dibutuhkan dalam sistem, dan hasilnya semua bagian dari sistem
bisa dianggap sebagai objek, bukan graphical user interface.
Object-oriented analysis (OOA)
menjelaskan semua tipe dari objek yang
dibutuhkan user untuk bekerja dan menjelaskan interkasi user apa yang
dibutuhkan untuk melengkapi tugas. Object-oriented design (OOD)
menjelaskan semua tipe tambahan dari objek yang dibutuhkan untuk
berkomunikasi dengan orang dan alat didalam sistem, menjelaskan
bagaimana objek berinteraksi untuk menyelesaikan tugas, dan mempermudah
mendefinisikan setiap tipe objek sehingga bisa diiplementasikan sebagai
bahasa yang spesifik. Object-oriented programs (OOP) mencakup metode
penulisan dalam bahasa pemograman untuk menjelaskan tipe objek apa yang
telah digunakan.
Pertama kali pendekatan object-oriented ditemukan untuk proses simulasi
komputer dan untuk user interface tetapi sekarang bisa dipakai secara biasa
untuk perkembangan sistem informasi karena kelebihannya yang lebih
natural dan bisa digunakan kembali.
Naturalisasi dari pendekatan object-oriented yang dimaksud adalah fakta
bahwa setiap orang biasanya berpikir tentang dunia mereka dalam objek, jadi
|