|
36
Ada 4 esensial elemen di dalam game yaitu : (Schell, 2008 : 26)
1.
Play
Play adalah bentuk gabungan dari entertainment, dimana buku-buku,
film-film, dan theater adalah bentuk presentasi. Ketika anda membaca
buku, penulis memuaskan anda; ketika anda bermain, anda memuaskan
anda sendiri. Buku tidak berubah, bagaimanapun anda sering
membacanya, tetapi ketika anda bermain, anda membuat pilihan-pilihan
yang mempengaruhi events yang ada.
2.
Pretending
Pretending adalah aksi dari pembuatan realitas yang notional di dalam
pikiran, dimana satu elemen dalam definisi permainan. Nama yang lain
dalam realitas yang dibuat dengan pretending adalah magic circle. Ide ini
yang dikembangkan oleh Dutch historian Johan Huizinga dalam bukunya
Homo Ludens (Huizinga, 1971) dan dikembangkan sehingga kemudian
ada di dalam teori permainan. Magic circles
adalah generic name dari
konsep yang menghubungkan ide yang berbeda dan aktivitas yang ada di
dalam game dengan aktivitas di dunia nyata.
3.
Goal
Sebuah game harus mempunyai goal / tujuan dan bisa lebih dari satu.
Permainan yang tidak mempunyai tujuan tidak sama dengan gameplay.
lebih kreatif lagi, permainan yang bukan berkompetisi bisa memiliki
tujuan: pembuatan. Tujuan permainan didefinisikan dari aturan-aturannya
dan bersifat bebas karena game designer bisa menentukan tujuan
permainan sesuka mereka.
4.
The Rules
Rules atau aturan permainan adalah definisi dan instruksi yang pemain
setuju untuk mengikutinya selama permainan berlangsung. Setiap
permainan mempunyai aturannya masing-masing, bahkan jika aturan ini
tidak tertulis. Aturan bisa dijelaskan sebagai berikut :
1.
The semiostic dari game
adalah arti dan hubungan dari beberapa
simbol ketika game berjalan.
|