Start Back Next End
  
42
3.
Para player melihat game itu adil.
4.
Setiap player
yang ketinggalan dalam permainan dapat kesempatan yang
bisa diterima untuk menyusul lagi sebelum permainan selesai.
5.
Game bersifat seldom
atau tidak pernah menghasilkan dalam seri. Seri
bisa mengecewakan pemain karena usahanya menghasilkan tidak menang
sama sekali. Catur, game
yang sudah seimbang, bisa memiliki hasil seri,
tetapi hasil seri ini terjadi diantara player dengan kemampuan yang tidak
sama. Game
lain, seperti backgammon, membuat hasil seri menjadi
mustahil.
6.
Game level harus konsisten (player versus enemy).
2.2.1.6 Architecture and Design
Dalam mengurangi kompleksitasi sistem software, software
design
menggambarkan koleksi dari alat-alat yang ada gunakan untuk menganalisa
dan menjelaskan sebuah
sistem untuk berinteraksi dengan objek. Dalam
waktu yang sama, dia menggambarkan konsep dengan tingkat yang tinggi
dalam sistem software. Arsitektur memberikan anda satu set konseptualisasi
dari apa yang sistem butuhkan untuk bisa selesai. Pengelihat secara
konseptual dari sistem menandakan antara awal dan akhir dari perjalanan
desain. Itu menandakan awal karena dia memberikan asumsi-asumsi yang
menuntut aktivitas desain. Itu menandakan akhir karena itu memanggil view
secara umum dari sistem sebagai hasil arsitektural. (Flynt 2005:125)
Dalam mengartikan elemen desain, terdapat peraturan-peraturan dalam
system
design. Peraturan tersebut dibagi dalam 5 hal yang umum : state
machines, functions, relationships, collaborations, dan responsibilities.
Ketika anda
ingin mendesain sebuah sistem, pertama kali anda harus
menentukan item apa yang terdapat didalam peraturan. Dengan menggunakan
peraturan sebagai pedoman, anda bisa membuat sistem. Berikut adalah
penjelasan dari 5 peraturan untuk menentukan elemen desain.
1.
State Machines
Pada umumnya, sebuah state machine adalah sebuah entitas yang bisa
digunakan untuk menyimpan informasi dan membuat keputusan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter