|
44
Prinsip berbeda dengan rules dalam level yang berbeda. Principal
dari
desain membantu anda sebagai hubungan yang anda buat dalam dan antara
kelas atau komponen yang membuat sistem software anda.
Berikut terdapat
beberapa prinsip desain yang umum: (Flynt 2005:128).
1.
Seek Abstraction and Encapsulation, karena objek-objek dalam dunia
nyata bersifat kompleks, orang-orang membuat abstraksi untuk
mendapatkan esensialnya. Contohnya, anda mungkin membuat abstraksi
untuk membuat karakter dalam game. Karakter menjadi kompleks yang
lebih sedikit dari orang yang nyata karena kelas-kelas yang dibuat,
memberikan karakter hanya beberapa hal yang terbatas dan state yang
terbatas.
2.
Seek Cohesion, kohesi menjelaskan bagaimana operasi di dalam alamat
kelas dalam satu spesifik.
3.
Avoid Coupling, coupling
seperti kohesi, bisa menambahkan setiap
elemen dalam sistem. Coupling
menjelaskan seberapa banyak elemen
yang bergantung satu sama lain, tetapi itu diluar jalur. Terdapat 2 masalah
coupling, yaitu : pada setiap perubahan, hal yang lain harus diubah dan
ketika salah satu bagian sistem gagal, banyak yang akan gagal.
4.
Practice Decomposition, dekomposisi adalah jalan untuk mendapatkan
baik itu coupling maupun kohesi. Untuk mendekomposi sebuah entitas
adalah dengan cara untuk memecahkannya kedalam beberapa potong.
Anda memecahkan suatu sistem yang kompleks secara fungsi ke dalam
subsystem
untuk mengurangi kompleksitas. Dekomposisi menjelaskan
apakah subgrouping itu ada.
5.
Pracitce Consolidation,
meskipun pendekatan dalam programming
berbeda dari satu individu ke individu lain, pada umumnya programmer
menyelesaikan persoalan dengan mendekomposi masalah menjadi tugas-
tugas. Setiap tugas kemudian menjadi subjek dengan fungsi yang terpisah.
Pekerjaan ini bisa dikarakterisasi menjadi pengaturan kelas.
6.
Eliminate Redudancy, setiap kelas dalam program harus dialamatkan
dengan tanggung jawab, dan 2 kelas tidak boleh fokus kedalam tanggung
jawab yang sama.
|