|
45
7.
Share Resources, anda bisa melihat resources dari beberapa jalur.
Resources membagi dalam konteks ini terpacu pada beberapa service
(atau aktivitas dengan alamat sebagai tanggung jawab).
8.
Reduce Hierarchy Depth, prinsip ini untuk meminimalisasikan hierarki
menjadi minimum. Pengurangan depth memberikan coupling yang lebih
sedikit dan performasi yang lebih baik. Daripada mencari hierarki yang
sulit, designers sebaiknya mencari untuk menyelesaikan apa yang bisa
dilakukan melalui agregasi.
Menurut Schell (2008:xxiv) menyebutkan game design adalah hal yang
perlu dilakukan untuk menentukan seperti apa game yang akan dibuat. Dalam
mendesain game maka membutuhkan ratusan hingga ribuan keputusan.
Mendesain game tidak membutuhkan perangkat khusus karena praktisnya
mendesain game merupakan pemikiran kita sendiri dan selanjutnya kita
menuangkan ide kita tersebut dalam bentuk dokumentasi pada tempat lain
seperti kertas atau komputer jika keputusan sudah diambil.
Menurut Adams (2010:18) video game menjadi menarik apabila terdapat :
1.
Gameplay, yaitu tantangan dan aksi yang menantang.
2.
Aestethics, yaitu game harus didesain dengan sense of style dan dibuat
dengan kemampuan yang artistik.
3.
Harmony, yaitu mempunyai perasaan bahwa setiap bagian dari game untuk
seseorang.
4.
Storytelling, yaitu membuat video games menjadi menarik bagi pemain
dengan cerita-cerita.
5.
Risk and Rewards, tantangan dan hadiah adalah bagian penting dari
entertainment yang biasa yang disebut gambling. Kita membayar sesuatu
dengan jumlah besar, maka hadiah yang didapatkan akan lebih besar.
6.
Novelty,
orang-orang senang dengan novel; sesuatu hal yang bisa dilihat,
bisa didengar, dan bisa dilakukan.
7.
Learning, adalah aspek dari bermain game, meskipun untuk hiburan, orang
biasanya senang dengan proses belajar.
|