|
13
e. Video
Dari semua elemen multimedia, video menempati performasi yang
paling tinggi dalam komputer atau alat anda, itu adalah memorinya
dan
penyimpanannya. Kompresi (dan
dekompresi), dengan menggunakan
software dinamakan codec,
yang menerima banyaknya elemen gambar yang
diapit menjadi data file yang kecil. Ketika cahaya berefleksi dari sebuah
objek melewati lensa video kamera, cahaya itu dikonversikan menjadi sinyal
elektronik oleh sensor yang special dinamakan charge-coupled device (CCD).
Ada 2 jenis video, yaitu : analog
video dan digital
video. Analog video
mempunyai resolusi yang diukur dari garis horizontal tetapi setiap garis
merepresentasikan pengukuran yang berjalan terus. Sinyal digital video
terdiri dari warna yang berlainan dan cahaya (RGB) dari setiap pixel. Berikut
ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang analog video dan digital video.
(Vaughan, 2010:179-210).
Analog Video
Dalam sistem analog, output dari CCD adalah proses dari kamera
kedalam 3 channel informasi warna dan synchronization pulses (sync) dan
sinyal di-record menjadi magnetic tape.
Jika warna dari channel
diterima
sebagai sinyal yang berbeda dari konduktor, output sinyal terseput dinamakan
component (membedakan channel merah, hijau, dan biru. Analog video bisa
dimasukkan ke alat yang dinamakan video cassette recorders (VCRs) dan
satelit menerima video tambahan dan sinyal suara ke subcarrier dan
mengubah mereka menjadi radio frequency (RF) dalam gelombang radio FM.
Ini adalah sinyal NTSC,
PAL, atau SECAM yang bisa diterima dalam
Antenna Out Connector dari VCR. Sekarang, banyak televisi yang
memberikan sinyal composite, sebuah konektor S-Video, dan High-Definition
Multimedia Interface (HDMI)
untuk input digital. Video bisa ditampilkan
komputer dengan komponen analog
(merah,
hijau,
biru) yang dimasukkan
melalui 15-pin VGA Connector dan Digital Visual Interface (DVI) atau
konektor HDMI.
|