|
60
tanpa memerlukan plugin
tambahan. HTML5 bersifat cross-platform
dan dapat
digunakan untuk menulis aplikasi web yang masih bekerja ketika offline. HTML5
masih dalam tahap perkembangan. Namun, sebagian besar browser
mendukung
banyak elemen HTML5 dan API.
HTML5 mempunyai beberapa fitur baru, yaitu:
1.
Unsur <canvas> untuk gambar 2D
2.
Elemen <video> dan elemen <audio> untuk media pemutaran
3.
Dukungan untuk penyimpanan lokal
4.
Elemen konten spesifik yang baru, seperti <article>, <footer>, <header>,
<nav>, <section>
5.
Bentuk kontrol baru, seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, pencarian.
2.2.7 CSS
CSS atau cascading
style
sheet
adalah bahasa dirancang untuk
menggambarkan penampilan dokumen yang ditulis dalam bahasa markup seperti
HTML (Pouncey dan York, 2011:3). CSS bertujuan untuk memberi style
pada
web dan mengatur tampilan pada user interface seperti warna, spasi antarkolom,
ukuran kolom, jenis tulisan, dan lain
lain. Satu CSS dapat digunakan pada
berbagai halaman web
sehingga tidak perlu membuat satu CSS untuk satu
halaman web.
Pengembangan CSS bermula dari proposal yang dibuat oleh W3C
menegenai style
sheet
yang bertujuan untuk membantu pemisahan tampilan
visual dari dokumen itu sendiri. Pada tahun 1994, cascading
HTML
style
sheet
(CHSS) diusulkan oleh Håkon Wium Lie ketika dia bekerja di CERN dengan
Tim Berners-Lee dan Robert Cailliau yang merupakan pendiri W3C. CHSS
diubah menjadi CSS karena CSS dapat diterapkan untuk tidak hanya pada HTML.
Pada Desember 1996 CSS1 diterbitkan.Sejak saat itu, CSS dikembangkan oleh
W3C. Pada tahun 1998, CSS2 direkomendasikan dan kemudian diperbaiki
menjadi CSS2.1. Sekarang CSS3 direkomendasikan untuk penggunaan CSS
(Pouncey dan York, 2011:3-4).
Keuntungan dari penggunaan CSS, yaitu :
|