Start Back Next End
  
16
b.
Memungkinkan user menggunakan shortcut
Shortcut
merupakan kebutuhan dari user
yang sudah ahli untuk
meningkatkan kecepatan interaksi sehingga memerlukan singkatan,
tombol fungsi, perintah tersembunyi, dan fasilitas makro. Jadi
penggunaan aplikasi menjadi lebih efektif dan efisien bagi user.
c.
Memberikan umpan balik yang informatif
Dalam setiap tindakan operator, suatu sistem sebaiknya disertakan
umpan balik. Untuk tindakan yang sering dilakukan dan tidak terlalu
penting, dapat diberikan umpan balik yang sederhana. Tetapi ketika
tindakan merupakan hal yang penting, maka umpan balik sebaiknya
lebih substansial. Misalnya muncul suatu suara ketika salah menekan
tombol pada waktu input data atau muncul pesan kesalahannya.
d.
Merancang dialog untuk menghasilkan suatu penutupan
Urutan tindakan sebaiknya diorganisir dalam suatu kelompok
dengan bagian awal, tengah, dan akhir. Umpan balik yang informatif
akan meberikan indikasi bahwa cara yang dilakukan sudah benar dan
dapat mempersiapkan kelompok tindakan berikutnya.
e.
Memberikan penanganan kesalahan yang sederhana
Sedapat mungkin sistem dirancang sehingga user
tidak dapat
melakukan kesalahan fatal. Jika kesalahan terjadi, sistem dapat
mendeteksi kesalahan dengan cepat dan memberikan mekanisme yang
sedehana dan mudah dipahami untuk penanganan kesalahan.
f.
Mudah kembali ke tindakan selanjutnya
Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran user
karena user
mengetahui kesalahan yang dilakukan dapat dibatalkan; sehingga tidak
perlu takut untuk mengekplorasi pilihan-pilihan lain yang belum biasa
digunakan. Dengan kemudahan seperti ini, jika ada kesalahan ditengah-
tengah maka user tidak perlu mengulang dari awal.
g.
Mendukung tempat pengendali internal
User
ingin menjadi pengontrol sistem dan sistem akan merespon
tindakan yang dilakukan user
dibandingkan jika user
merasa bahwa
sistem mengontrol user. Sebaiknya sistem dirancang sedemikan rupa
sehingga user menjadi inisiator daripada responden.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter