![]() 22
Menurut
Ross
(2010:145-147),
Dalam
bidang
kecerdasan
buatan
ada
cara
yang
bermacam
-
macam
untuk
merepresentasikan
pengetahuan.
Cara
representasi
yang
paling
umum
adalah
dengan
mengubahnya
ke
dalam
bentuk
bahasa
natural
seperti:
IF premise (antecedent), THEN conclusion (consequent)
Pola
diatas
umumnya
sering
disebut
sebagai
bentuk
IF-THEN
yang
merupakan
bentuk
deduktif.
Pola
tersebut
merupakan
sebuah
inferensi,
jika
kita
mengetahui
fakta
atau
penyebab
(premise,
hyphthesis,
antecedent),
kemudian
kita
dapat
mengambil
penalaran
yang
disebut
kesimpulan
(consequent).
Bentuk
pengetahuan
ini dikenali sebagai bentuk
yang
mudah dimengerti karena dari segi bahasanya
yang
mengungkapkan
pengetahuan
manusia
dalam
bahasa
yang
dimengerti
manusia.
Bentuk
dari
rule
diatas
dapat
memiliki
penyebab
atau
antecedent
lebih
dari
satu,
yaitu:
1.
Multiple conjunctive antecedents
IF x is
1
and
2
and
L
THEN y is
s
.
Sehingga himpunan bagian fuzzy
s
yang baru menjadi
s
=
1
n
2
n
L
Diungkapkan dengan fungsi keanggotaan menjadi:
µ
s
(x) = min [µ
1
(x), µ
2
(x)
µ
L
(x)]
2.
Multiple disjunctive antecedents
IF x is
1
OR x is
2
OR x is
L
THEN y is
s
Sehingga himpunan bagian fuzzy
s
menjadi:
s
=
1
U
2
U
U
L
Diungkapkan ke dalam fungsi keanggotaanya menjadi:
µ
s(x) = max [µ
1
(x),
µ
2
(x)
µ
L
(x)]
2.1.3.5.1 Agregasi dari Aturan Fuzzy
|