|
9
oleh penerima frame. Contoh protokol pada layer
ini: Ethernet, Tokenbus,
Tokenring, Demand Priority.
3.
Network Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header
untuk paket-paket, dan melakukan routing
melalui internetworking
menggunakan router dan switchlayer 3. Layer ini dapat mengatasi kemacetan
data dengan melakukan flow control
dan memberikan informasi re-routing
untuk menghindari kemacetan tersebut. Unit
data protokol pada layer
3 ini
disebut packet.
4.
Transport Layer
Bertugas menyediakan end-to-end communication protocol. Layer ini
bertanggung jawab terhadap keselamatan data dan segmentasi data,
seperti mengatur flow control
(kendali aliran data), error detection
(deteksi
error), dan correctiondata sequencing
(koreksi urutan data), dan size of the
packet (ukuran paket) (Sofana, 2012:97).
5.
Session Layer
Session
layer
bertanggung jawab untuk membangun, mengatur, dan
menutup sesi antar user
maupun antar aplikasi. Layer
ini berfungsi sebagai
pembuka komunikasi antar mesin dan mengatur sinkronisasi antar aplikasi
yang dijalankan agar bebas dari gangguan. Protokol pada layer
ini juga
menjamin keabsahan user
(pengecekan password) dan memastikan
penutupan sesi yang aman.
6.
Presentation Layer
Presentation layer
memastikan bahwa format
data dapat diterima oleh
kedua pihak yang saling berkomunikasi dengan cara mempresentasikan data
secara netral
dan mengatur proses enkripsi dan dekripsi. Dengan adanya
enkripsi tersebut, unauthorizedaccess
(akses tidak sah)
dalam pengiriman
data dapat dihindari.
7.
Application Layer
Berfungsi sebagai antarmuka aplikasi dengan fungsionalitas jaringan,
mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan dan membuat pesan-
pesan kesalahan.Layer
ini dikonsentrasikan pada aplikasi spesifik seperti
filetransfer, e-mail, networkprinting, dan lain-lain.
|