Start Back Next End
  
17
Dimulai pada tingkat dasar atribut (yaitu, sifat entitas dan
hubungan antar entitas), melalui analisis hubungan antara atribut,
dikelompokkan ke dalam hubungan yang mempresentasikan jenis
entitas dan hubungan antara entitas. Pendekatan ini tepat untuk
desain basis data sederhana dengan jumlah atribut yang relatif
kecil. Namun pendekatan ini menjadi sulit ketika diterapkan pada
desain basis data yang lebih kompleks dengan banyak atribut, di
mana sulit untuk menetapkan semua ketergantungan fungsional
antara atribut.
2)
Pendekatan top-down
Pendekatan ini dimulai dengan pengembangan model data yang
berisi entitas dan hubungan tingkat tinggi, dan kemudian
menerapkan perbaikan dari metode top-down secara berturut-turut
untuk mengidentifikasi entitas, hubungan, dan atribut tingkat
rendah yang terkait. Pendekatan top-down
diilustrasikan
menggunakan konsep entity-relationship
(ER) model, dimulai
dengan identifikasi entitas dan hubungan antara entitas yang
penting bagi organisasi.
3)
Pendekatan inside-out
Pendekatan ini mirip dengan pendekatan bottom-up. Perbedaannya
adalah pada pendekatan inside-out
terlebih dahulu
mengidentifikasi satu set entitas utama dan kemudian menyebar
keluar untuk mempertimbangkan entitas, hubungan, dan atribut
lain yang berhubungan dengan set entitas yang pertama kali
diidentifikasi.
4)
Pendekatan campuran
Pendekatan campuran menggunakan teknik gabungan dari kedua
pendekatan bottom-up
dan top-down
untuk bagian yang berbeda
sebelum akhirnya menggabungkan semua bagian bersama-sama.
Sedangkan untuk tahap perancangan basis data, ada tiga tahapan
utama perancangan, yaitu:
1)
Perancangan basis data konseptual 
Langkah awal dalam basis data konseptual adalah dengan
membuat model data secara konseptual dari perusahaan yang
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter