|
19
Construction
merupakan proses membuat kode. Coding
atau pengkodean
merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer.
Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah
yang
merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu software, artinya
penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean
selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan
testing adalah menemukan kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa
diperbaiki.
5.
Deployment
Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah software
atau
sistem. Setelah melakukan analisis, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah
jadi akan digunakan oleh user. Kemudian software yang telah dibuat harus dilakukan
pemeliharaan secara berkala.
2.7 Interaksi Manusia Dan Komputer
Menurut Shneiderman dan Plaisant (2005: 74), terdapat delapan aturan
emas dalam desain antarmuka yaitu:
1.
Berusaha untuk konsisten
Aturan ini merupakan aturan yang paling sering dilanggar, karena
terdapat banyak bentuk konsistensi. Konsisten dalam hal urutan aksi, istilah
yang digunakan, menu, layout, penggunaan warna, tata letak, kapitalisasi,
font, dan sebagainya.
2.
Menyediakan kebutuhan universal
Dengan memahami kebutuhan user yang bermacam-macam dan
membuat desain fleksibel yang mendukung perubahan dalam konten.
3.
Memberikan umpan balik yang informatif
Untuk setiap aksi user, harus ada sistem umpan balik. Untuk aksi
kecil yang sering dilakukan, respon dapat dibuat dengan sederhana.
Sedangkan untuk aksi yang besar dan jarang dilakukan, respon harus dibuat
lebih tegas dan jelas.
4.
Desain dialog untuk menghasilkan penutupan atau keadaan akhir
Urutan aksi hendaknya disusun ke dalam kelompok kategori awal,
tengah, dan akhir. Umpan balik yang informatif dapat memberikan kepuasan
|