|
20
pencapaian, rasa lega, sinyal untuk mempersiapkan diri memasuki kelompok
kategori aksi selanjutnya.
5.
Penawaran pencegahan dan penanganan kesalahan sederhana
Usahakan dalam mendesain suatu sistem, diarahkan agar user
tidak membuat kesalahan yang serius. Misalnya menyediakan pilihan menu,
tidak mengizinkan karakter alfabet pada kotak entri numerik. Jika user
melakukan kesalahan, sistem harus dapat mendeteksi kesalahan dan
menawarkan instruksi yang sederhana, konstruktif, dan spesifik untuk
perbaikan. Contoh, user
tidak perlu mengetik ulang seluruh perintah,
melainkan hanya memperbaiki bagian yang salah saja.
6.
Mengizinkan pembalikan aksi yang mudah
Pada suatu sistem aplikasi harus terdapat pembalikan aksi. Fitur ini
dapat memperkecil kesalahan, selama user tahu bahwa aksi dapat dibatalkan.
Pembalikan aksi dapat berupa tindakan tunggal, tugas data entri, atau
serangkaian aksi seperti entri nama dan alamat.
7.
Mendukung pusat kendali internal
User
yang sudah terbiasa dengan suatu aplikasi, biasanya ingin
memiliki kendali atas antarmuka dan tanggapan dari aksinya. Aksi antarmuka
yang tidak umum, urutan entri data yang membosankan, kesulitan dalam
memperoleh informasi yang dibutuhkan, serta
ketidakmampuan
menghasilkan aksi yang diinginkan dapat menimbulkan keresahan dan
ketidakpuasan pada user.
8.
Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Manusia mempunyai keterbatasan dalam memproses informasi
dengan waktu yang singkat. Oleh karena itu diperlukan tampilan yang
sederhana, pengurangan jendela-gerak frekuensi, pemberian waktu pelatihan
yang cukup untuk kode-kode, hafalan dan rangkaian aksi. Jika diperlukan,
akses online
untuk sintaks, singkatan, kode, dan informasi yang terkait harus
disediakan.
2.8 HTML (Hypertext Markup Language)
Menurut Lemay (2011: 50)
HTML singkatan dari Hypertext Markup
Language. HTML didasarkan pada Standar Generalized Markup Language (SGML),
pengolahan dokumen yang jauh lebih
besar akan lebih rumit sistemnya. Untuk
|