|
33
Selain itu juga mengidentifikasi pihak-pihak yang akan terkena dampak dari
proyek sistem baru.
b. Create the system vision: untuk menentukan tujuan dari sistem, kemampuan
yang dimiliki, dan keuntungan yang akan diberikan dari adanya sistem baru
c. Create business models: membuat satu model baik itu berupa chart, diagram,
skema, workflow, dan sebagainya yang menunjukan bagaiman proses bisnis
baru yang terjadi apabila sistem baru diterapkan.
2. Requirements
Tujuan utamanya yaitu untuk memahami dan mendokumentasikan apa
yang dibutuhkan oleh organisasi dan proses requirements untuk sistem baru. Kata
kunci dari tahap ini ad alah discover dan understanding yan g ber arti mencari dan
memahami apa yang dibutuhkan oleh user. Kegiatannya adalah:
a. Gather detailed information: mencari informasi sebanyak mungkin dari user
mengenai permasalahan yan g dihadapi, dan bagaimana sistem baru dapat
mengatasinya. Mencari informasi dapat dilakukan dengan cara wawancara,
bertanya, membaca dokumen ataupun prosedu r yang ada.
b. Define functional requirements: menentukan aktifitas apa saja yan g akan
dilakukan oleh sistem. Digambarkan dengan diagram yang berisi informasi
kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh user.
c. Define nonfunctional requirements: menentukan kebutuhan non-fungsional
secara detail. Termasuk kebutuhan terkait teknologi, ekspektasi performa,
kegunaan, daya tahan, dan keamanan.
d. Prioritize requirements: menentukan level prioritas sistem dan terhadap
kebutuhan user yang akan menggunakan.
e. Develop user interface dialogs: menentukan jenis tampilan user interface
(UI) yang cocok digunakan oleh user. Bisa dilakukan den gan cara wawancara
user dan menggambar sketsa.
f. Evaluate requirements with users: anggota tim proyek melakukan review
dengan user untuk mendapat pencapaian yang akurat.
3. Design
Tujuan dari design adalah untuk mendesain sistem sebagai solusi atas
kebutuhan yang didapat sebelumn ya. High-level design yaitu membangun
struktur arsitektur komponen software, database, UI, dan pedoman penggunaan.
|