![]() 38
yang benar-b enar memenuhi kebutuhan pengguna, kita harus memahami langkah-
langkah rinci dari tiap use case.
Bergantun g pada kebutuhan analis, use case description cenderung untuk
dituliskan dalam dua level detil yang berbeda yaitu:
1. Brief Use Case Description
Brief description dapat digunakan untuk use cases yang sang
sederhana,
khususnya saat ruang lingkup sistem yang dikembangka
cenderung kecil,
aplikasinya mud ah dipah ami
.
Gambar 2. 7 Contoh Brief Use Case Description
Sumber: Satzinger, Jackson & Burd (2012: 122)
2. Fully Developed Use Case Description
Fully developed use case description merupakan metode formal yang paling
banyak digunakan untuk menjelaskan use case. Ketika membuat fully
developed usecase description, kita akan lebih mudah mengerti mengenai
proses bisnis dan cara sistem untuk mendukungnya.
|