|
2.2.3 GPON (Gigabit Passive Optical Network)
GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan teknologi akses
yang berbasis kabel fiber optik yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984.
Standar GPON memungkinka n pengaksesan mencapai ja rak 60 km bersama
dengan rasio split maksimal 128 (meskipun dengan split penuh, dan
komponen optik standar, jarak tersebut tidak normal terealisa si), dan
kemampuan total bandwidth hulu dan hilir sebesar 2,5 Gbit/s dan 1,2 Gbit/s.
Dengan melakukan desain ya ng cermat, sehingga cocok untuk
pertukaran antara jangka uan dan rasio split, dan memilih node dengan
tuntutan bandwidth yang sesuai, sistem GPON bisa dikera hkan untuk
melaya ni node te rse but dalam berbagai bidang. Satu perangkat akan
diletakkan pada sentral, kemudian akan mendistribusikan traffic Triple Play
(Sua ra/VoIP, Multi Media/Digital Pay TV dan Data/Internet) hanya melalui
Media 1 Core kabel optik disisi subscriber atau pelanggan.
Ciri kha s da ri te knologi ini dibanding teknologi optik lainnya adalah
teknik distribusi trafik nya dilakukan secara pasif. Dari sentral hingga ke a rah
subscriber akan didistribusikan mengguna kan pasif splitte r (1:2, 1:4, 1:8,
1:16, 1:32, 1:64, 1:128). (Hamba li : 2010)
2.2.3.1 Sejarah Per kembangan GPON
Teknologi JARLOKAF (Jaringan Lokal Kabel Fibe r) terdiri
atas PON dan AON. Dimana masing-masing memiliki cara kerja yang
berbeda, PON memliki komponen berupa splitter passive seda ngkan
AON bersifat active denga n memiliki komponen ASE (Active Splitting
Equipment) atau lebih singkat AS (Ac tive Splitter).
Pada titik percaba ngan, ASE mempunyai 2 ODN (Optical
Distribution Network), yaitu primary ODN dan secondary ODN. ASE
pada AON berfungsi untuk mendistribusikan informasi dari dan ke
OLT, dari satu atau le bih ONU, dengan fungsi sebagai multiplexer/
demultiplexer serta sebagai intermediate regenerator, inilah mengapa
|