|
perubahan sikap, perasaan dan perilaku atau dengan istilah lain yaitu perubahan
kognitif,afektif, dan behavioral. (Ardianto,2007:50)
Pada umumnya, masyarakat lebih tertarik bukan kepada apa yang
masyarak at telah lakukan oleh media, tetapi kepada apa yang dilakukan media
kepada masyarakat. Masyarakat ingin mengetahui bagaimana media menambah
pengetahuan, mengubah sikap, atau mengger akan perilaku. Hal inilah yan g dapat
disebut sebagai efek komunikasi massa.
Dalam mengulas efek pesan p ada media massa terdapat aspek-aspek
seperti aspek efek kognitif, afektif, dan behavioral. (Rakhmat,2011:215-217)
-
Efek Kognitif
Aspek kognitif terjadi bila adanya perubahan pada apa yang diketahui,
dipahami, atau dipersepsi khalayak. Efek ini berkaitan dengan transmisi
pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, atau informasi.
-
Efek Afektif
Efek ini timbul bila ada perubahan pad a apa yang dirasakan, disenangi, atau
dibenci khalayak. Efek ini ada hubungann ya dengan emosi, siap, atau nilai.
-
Efek Behavioral
Efek ini merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati meliputi pola-pola
tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berprilaku.
2.2.6 Media Massa
Media massa merupakan alat yan g digunakan dalam penyampaian pesan
dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat
komunikasi mekanis seperti surat kabar,film, radio,dan televisi. Kar akteristik
media massa ialah bersifat melembaga, bersifat satu arah, meluas dan serempak,
memakai peralatan teknis atau mekanis, dan bersifat terbuka. (Cangara,2008:126-
127)
Saluran komunikasi melalui media massa terbagi atas dua yaitu media
massa perodik (surat kabar, majalah, televisi, radio, dan lain-lain) dan media
massa nonperiodik (rapat, seminar, dan lain-lain). Periodik artinya diterbitkan
secara teratur pada waktu-waktu yang telah ditentukan sebelumn ya.
Media massa nonperio dik dimaksudkan media massa yang bersifat
sementara (eventual) tergantung pada peristiwa yang diselenggarak an. Setelah
event selesai, maka usailah penggunaannya. Media massa nonperiodik dapat
|