|
44
2.2.8 Pembakaran
Pemba karan adalah suatu reaksi yang cepat antara oksigen dengan kumparan
bahan baka r yang menghasilkan panas se bagai akibat reaksi kimia antara
kumpa ran bahan bakar dan oksigen. Oksigen yang berasal dari udara
me mpunyai bagian volume sebesar 21%, Nitrogen 78%, dan molekul-
molekul gas lainnya 1%. Proses pembakaran yaitu menggunakan kompor
pembakar dengan bahan bakar minyak memerlukan kecermatan dan
ketelitian, yang akan menentukan keberhasila n.
Beberapa faktor yang akan sangat menentukan keberhasilan proses
pembakaran :
a. Jenis tungku pembakaran.
b. Kompor pemba kar.
c. Cara pengopera sian.
d. Bahan bakar.
2.2.9 Per ubahan Ker amik (Ceramic Change).
Untuk menjadi suatu benda yang permanen, tanah liat/keramik harus dibaka r
terlebih dahulu, sebab tanah liat yang telah mengeras karena sinar matahari
dapat hancur oleh air. Tanah liat mengalami pembakaran me lewati suhu
6000C maka ta nah liat terse but mengalami perubahan fisik dan kimia menjadi
keramik yang tidak hancur atau lapuk oleh air. Peristiwa itu disebut
peruba han kera mik ata u ceramic change, sebab keramik tidak bisa
dikembalikan lagi menjadi tanah liat.
Ke matangan (vitrifikasi) adalah kondisi keramik yang telah mencapai
kematangan secara tepat tanpa menga lami pe rubahan bentuk, hal ini
ditentukan oleh peleburan bahan-bahan feldspatik dan kwarsa bebas da lam
badan keramik, yang berfungsi sebagai pelekat partikel-partikel tanah liat,
sehingga setelah proses pendinginan partikel-partikel tanah tersebut
seolaholah direkatkan satu sama lain membentuk badan keramik yang keras.
Suhu matang ta nah liat memiliki jarak antara (range ) yang c ukup besar,
bia sanya antara 500C-2000C. Misalnya tanah liat earthenware da ri lokasi
tertentu memiliki suhu matang antara 9500C-10500C, artinya jika dibaka r
|