|
45
dibawah suhu 9500C tanah liat tersebut belum mengala
perubahan keramik
secara sempurna. Sebaliknya jika dibakar melebihi su
10500C, tanah liat
aka n mengalami perubahan bentuk atau bahkan melel
karena pemanasan
yang berlebihan
dan partikel-partikel tanah ikut mele
menja di mineral
yang meleleh.
A. Perubahan yang Terjadi Pada Pembakaran Keramik
Secara keseluruha n, proses pemba karan dapat dibagi menjadi 3 tingkata n, sbb
a. Tahap Pengeringan
Pada tahap ini terjadi penguapan air mekanis, yaitu sisa air pembentukan
atau yang terikat karena kelembaban uda ra. Jumlah air yang terkandung
dalam tanah liat (massa badan benda) tergantung dari :
1. Cara pembentukan barang
2. Penggeringan sebelum dibakar
3. Jenis tanah liat yang digunakan
Untuk menentukan berapa suhu berakhirnya tahap pengeringan ini,
umumnya suhu 50°C dianggap sebagai suhu akhir tahap pelepasan air
me kanis, atau tahap terjadinya penyusuta n. Agar pengeluaran air dapat
berlanjut dan tidak membahaya kan benda ke ramik menta h karena susut,
ma ka kenaikan suhu harus dijaga, tidak boleh te rlalu cepat.
b. Pe manasan Pendahuluan
Pada tahap ini terjadi pembakaran kimia, yaitu proses pelepasan air
kristal, penguraian menjadi oksida-oksida dan oksidasi. Tahap ini se cara
norma l dianggap mulai dari 300°C sampa i 800°C, pada daerah temperatur
rea ksi kimia yang umum te rjadi pada periode ini adalah:
1. De komposisi (penguraian) dari garam-garam sulfat atau karbora
menjadi oksida-oksida basa, serta penguraian komponen tanah
liatmenja di oksida-oksidanya. Disini oksida basa dan asam mulai
bereaksi. Bila jumlah basa cukup, maka akan menurunkan titik lebur
senyawa silika dan mulai terbentuk gelas
2. Oksida terjadi pada periode ini, komponen
c. Pembakar an
Ta hap pembakaran penuh, merupakan reaksi-rea ksi fisika dan kimia yang
telah dimulai sebelumnya dan akan berlangsung te rus dengan kecepatan
|