|
46
yang lebih tinggi. Pa da tahap ini terjadi re kasi-reaksi rekombinasi,
peleburan sebagian dan de kristalisasi. Bila suhu dinaikkan lagi atau
waktunya lebih lama, hasil peleburan akan menembus ke pori-pori yang
lebih dalam dan menghasilkan bahan padat.
B. Prinsip-Prinsip Reaksi Pembakaran
Bahan bakar kayu, arang, minyak untuk pembakaran dalam tungku
me rupakan bahan bakar yang mengandung karbon dan akan bereaksi denga n
oksigen (udara) sehingga membangkitkan pana s. Dala m rea ksi pembakaran
ini yang utama adalah bagaimana mengalirkan udara secukupnya denga n
me ngandung oksige n pada bahan bakar yang mengandung karbon. Pada
prinsipnya, sebelum proses pe mbaka ran terjadi, bahan bakar yang berbentuk
padat (kayu da n arang) maupun cairan (minyak) harus berubah menja di gas
agar dapat menimbulkan panas. Perubahan bahan bakar menjadi ga s hanya
aka n terjadi apabila suhu pembakaran naik. Semakin tinggi suhu maka
semakin cepat terjadi proses pembakaran.
Selama proses pembakaran berlangsung perlu ada pengendalian dalam hal
berikut:
a. Temperatur
Te mperatur atau suhu selama proses pembakaran da pat diukur denga
the rmocouple dan pyrometer yang terpasang dalam tungku pembakaran.
b. Kecepatan Kompor Pembakar (Burner)
Kecepatan pembakaran dapat diatur dengan menambah atau mengurangi
jumlah baha n bakar dalam ruang pembaka ran dengan me ngatur kran
bahan bakar. Dengan menambah bahan baka r, udara ya ng masuk dan
diperlukan untuk pembaka ran ha rus ditambah sehingga ada
keseimbanga n.
c. Waktu
Waktu yang dibutuhkan dalam proses pembakaran ditentukan oleh tiga
faktor, yaitu tinggi re ndahnya suhu pembakaran yang akan dicapai,
kecepatan kenaikan suhu, dan yang penting kapasita s tungku pembakaran.
d. Tarikan Cerobong
Ta rikan cerobong akan mempengaruhi efisiensi pemakaian ba han baka r
dan kenaikan suhu. Bila tarikan cerobong terlalu tinggi/cepat gas panas
|