|
37
C. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu
dapat menyerap atau melepaskan kadar air (kelembaban)
sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara
disekelilingnya.
D. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat
terbakar terutama dalam keadaan kering.
2. Sifat fisik pada kayu terbagi menjadi beberapa yaitu
A. Berat dan Berat Jenis
Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu,
rongga sel, kadar air dan zat ekstraktif didalamnya. Berat
suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya. Kayu
mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, berkisar antara
BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani).
Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan
semakin kuat pula.
B. Keawetan
Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan
dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap,
bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat
ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi
perusak kayu. Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saat
kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada
umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.
C. Warna
Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan
oleh zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda.
D. Tekstur
Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu.
Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan kedalam kayu
|