|
38
bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur
sedang (contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur
kasar (contoh: kempas, meranti dll).
E. Arah Serat
Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap
sumbu batang pohon. Arah serat dapat dibedakan menjadi
serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan
serat diagonal (serat miring).
F. Kesan Raba
Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat
meraba permukaan kayu (kasar, halus, licin, dingin,
berminyak dll). Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda
tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat ekstraktif
dalam kayu.
G. Bau dan Rasa
Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama
tersimpan di udara terbuka. Beberapa jenis kayu
mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan
bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yang
umum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat
penyamak (jati), bau kamper (kapur) dsb.
H. Nilai Dekoratif
Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran
warna, arah serat, tekstur, dan pemunculan riap-riap tumbuh
dalam pola-pola tertentu. Pola gambar ini yang membuat
sesuatu jenis kayu mempunyai nilai dekoratif.
I. Higroskopis
Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau
melepaskan air. Makin lembab udara disekitarnya makin
|