|
82
2.2.1.1. Sejarah dan Latar Belakang
Eat and Eat merupakan wujud dari mimpi Iwan
Tjandra, sang pimpinan dari PT.Marche International yang sudah
bergelut di dunia "Food & Bev erages" selama 29 ta hun. Di
usianya ya ng telah menca pai 50 tahun, baginya ini merupakan
suatu persembahan Master Piece yang patut dibanggakan, dimana
mampu menciptakan sebuah Food Court yang disebut se bagai
Food Market, dengan tema "Pasar Cina Pe ranaka n Tempo
Doeloe" yang pertama di Indonesia dan Jakarta khususnya. Iwan
Tjandra menginginkan konsep food court dimana para
pengunjung dapat berpetualang kuliner dari makanan te mpo dulu.
Pada awalnya, Eat and Eat Food Mark et diresmikan
pada bula n September tahun 2008 yang berlokasi di Mall Kelapa
Gading 5. Dikarenakan apresiasi konsumen yang baik dan melihat
prospek perkemba ngan bisnis yang cerah, maka PT Marche
International membuka cabang baru di beberapa lokasi, seperti
Gandaria City Ma ll, Kota Kasablanka Ma ll, dan Summarecon
Mall Serpong. Seiring meningkatnya jumlah konsumen dan
permintaan konsumen luar daerah, PT.Marche International
kemudian membuka c abang di lua r Jakarta, seperti Surabaya dan
Bali. PT.Marche International sengaja memilih lokasi yang
berada di pusat perbela njaan dikarena kan lokasi yang rama i oleh
pengunjung dengan segmentasi pasar kelas menengah dan
menargetkan konsumen secara umum, baik indvidu maupun
keluarga.
Setiap cabang Eat and Eat memiliki konsep tema yang
berbeda-beda disesuaikan dengan lingkungan daerah lokasi, baik
dari konsep kuline r yang ditawarkan hingga konse p interior,
seperti misalnya konsep khas etnis perana kan diterapkan pada
cabang di Mall Kelapa Gading dikarenakan mayoritas
pengunjung di kawasan Kelapa Ga ding bera sal dari keturunan
Chinese, seda ngkan konse p Timur Tengah yang menyediakan
|