|
pokok ngaben di Bali. Yakni Tirta pan gentas yang
berfungsi untuk memutuskan hubungan kecintaan sang
Atma (roh) dengan badan jasmaninya dan mengantarkan
Atma ke alam Pitara.
Dalam bahasa lain di Bali, yang berkonotasi halus, ngaben
itu disebut Palebon yang berasal dari kata lebu yang artinya
prathiwi atau tanah. Dengan demikian
Palebon berarti
menjadikan prathiwi (abu). Untuk menjadikan tanah itu ada
dua cara yaitu dengan cara membakar dan menanamkan
kedalam tanah. Namun cara membakar adalah yang paling
cepat.
Diantara pendap at diatas, ada satu pendapat lagi yang
terkait dengan pertanyaan itu. Bahwa kata Ngaben itu
berasal dari kata api. Kata api mendapat prefiks ng
menjadi ngapi dan mendapat sufiks an menjadi
ngapian yang setelah mengalami proses sandi menjadi
ngapen. Dan karena ter jadi perubahan fonem p menjadi
b menurut hukum perubahan bunyi b-p-m-w lalu
menjadi ngaben. Den gan demikian kata Ngaben berarti
menuju api.
Adapun yang dimaksud api di sini adalah Brahma
(Pencipta). Itu berarti atma sang mati melalui upacara ritual
Ngaben akan menuju Brahma-loka yaitu lin ggih Dewa
Brahma sebagai manifestasi Hyang Widhi dalam Mencipta
(utpeti). (Drs. I Nyoman Singin W, 2002: 5-49)
|