|
terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya.
Bad e dan Lembu ini merupakan temp at mayat yang akan
dilaksanakan Ngaben.
Pagi hari ketika upacara ini dilaksanakan, keluarga dan
sanak saudara serta masyarakat akan berkumpul
mempersiapkan upacara. Mayat akan
dibersihkan/dimandikan atau yang biasa disebut
Nyiramin oleh masyarakat dan keluarga. Nyiramin ini
dipimpin oleh orang yang dianggap paling tu a didalam
masyarakat.
Setelah itu mayat akan dipakaikan pakaian adat Bali seperti
layaknya oran g yang masih hidup. Sebelum acara puncak
dilaksanakan, seluruh keluarga akan memberikan
penghormatan terakhir dan memberikan doa semoga arwah
yang diupacarai memperoleh tempat yang baik.
Setelah semuanya siap, maka mayat akan ditempatkan di
Bad e untuk diusung beramai-ramai ke kuburan tempat
upacara Ngaben, diiringi dengan gamelan, kidung suci,
dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat, di depan
Bad e terdapat kain putih yang panjang yang bermakna
sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya.
Di setiap pertigaan atau perempatan maka Bade akan
diputar sebanyak 3 kali. Sesampainya di kuburan, upacara
Ngaben dilaksanakan den gan meletakkan mayat di
Lembu yang telah disiapkan diawali dengan upacara-
upacara lainn ya dan doa mantra dari Ida Pedanda/Pinandita,
kemudian Lembu dibakar sampai menjadi Abu. Abu ini
kemudian dibuang ke Laut atau sungai yang dian ggap su ci.
|