|
Selain survey itu, saya juga melakukan survey dengan mengamati review dan
komentar-komentar tentang restoran Angke yang terdapat pada website
id.openrice.com dan ww w.tripadvisor.co.uk Dari hasil pengamatan terh adap review
yang ada, orang-orang yang p ernah mencoba masakan restoran Eka Ria merasa puas
dengan makanan yang disajikan. Mereka mengaku kalau restoran Eka Ria sangat
cocok untuk pesta p ernikahan dan juga sangat cocok untuk dikunjungi bersama
keluarga. Para pelanggan restoran ini sangat puas dengan pelayanan restoran yang
ramah dan cepat dalam menyajikan makanan. Selain itu, restoran ini dapat
mempertahankan rasa masakan sehingga pelan ggan tidak kecewa. Mereka
beranggapan kalau r asa masakan di restoran Eka Ria enak sangat pas u ntuk acara
perayaan bersama keluarga, namun restoran Eka Ria berkesan kuno karena bangunan
ini sudah lama dan tua.
Dari data tersebut, saya menyimpulkan bahwa dibutuhkan branding untuk restoran
Eka Ria sehingga orang-orang tidak beranggapan kalau restoran ini berkesan kuno.
Target maket dapat diubah menjadi umur 25-60 tahun dengan ekonomi menen gah
keatas. Harga yan g mahal tidak menjadikan para pelanggan restor an ini beralih ke
restoran lain karena trestoran ini terbukti dapat mempertahankan cita rasa masakan
yang sudah terkenal lezat dari berpuluh puluh tahun yan g lalu. Restoran Eka Ria
hanya membutuhkan pencitraan baru sehingga restoran ini berkesan modern dan
digemari oleh anak muda masa kini.
2.1.1 Sejarah Organisasi
Restoran Eka Ria adalah salah satu restaurant tertua di Jakarta, didirikan dengan
nama Jit Lok Jun pada tahun 1925 oleh Tjoeng Tan dan berlokasi di pusat
perdagangan Glodok (sekarang Glodok City). Pada tahun 1958, kendali
restaurant dipegang oleh Tjoeng Sang atau Suharto T. S. (putra Tjoeng Tan) dan
sejak tahun 1981, Tjoeng Sang dibantu oleh Tjoeng Tjien Tjen atau Koko
Suharto (putra Tjoeng Sang) yang kemudian menjadi penerus restoran Eka Ria
hingga kini.
|